Klinik Ismail Medika

USG Lengkap

Ultrasonografi (USG) adalah prosedur pengambilan gambar dari bagian tubuh tertentu. Ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi. Prosedur ini menunjang ketepatan dalam mendiagnosis penyakit. Hasilnya dapat mengarahkan pengobatan untuk berbagai penyakit yang dialami.

Apa Saja Jenis Pemeriksaan USG?

Jenis USG yang dilakukan tergantung pada gangguan kesehatan yang dialami, Beberapa jenisnya termasuk:

USG ABDOMEN

USG Abdomen atau USG Perut menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur di perut bagian atas.
👉 Digunakan untuk membantu mendiagnosis nyeri atau adanya pembesaran organ, mengevaluasi hati, ginjal, pankreas, empedu, pembuluh darah, dan aorta perut.

USG TRANSVAGINAL

Dilakukan untuk memvisualisasi organ dalam panggul wanita seperti rahim, ovarium, dan saluran tuba.
👉 Dimasukkan melalui vagina untuk hasil gambar yang lebih jelas daripada USG perut.

USG 2 DIMENSI (2D)

Merupakan teknologi klasik yang paling umum digunakan.
👉 Menampilkan gambar dua dimensi hitam putih.
👉 Bisa mendeteksi struktur organ dalam janin, termasuk jantung dan organ vital.

USG 4 DIMENSI (4D)

Versi lebih canggih dari USG 2D.
👉 Menampilkan gambar janin dalam 3 dimensi dengan pergerakan real-time.
👉 Ayah dan Bunda bisa melihat bayi sedang tersenyum, menguap, atau mengisap jari.

USG 5 DIMENSI (5D)

Teknologi paling mutakhir.
👉 Gambar lebih tajam, detail, dan berwarna alami.
👉 Ayah dan Bunda dapat melihat wajah si kecil dengan tampilan yang lebih jelas seolah hadir di hadapan kita.

Kenapa Harus Melakukannya?

USG dilakukan untuk mendeteksi dan mengetahui kondisi berikut :

  • Memonitor denyut jantung pada janin. Ini biasa dilakukan menggunakan teknologi Doppler.
  • Memperoleh visualisasi jaringan perut dan organ didalamnya.
  • Mengetahui masalah di dalam prostat dengan menggunakan USG transrektal.
  • Mendapatkan gambar yang jelas dari organ jantung.
  • Memantau struktur jaringan di sekitar ginjal.
  • Memperoleh gambaran lengkap dari jaringan payudara.
  • Melihat visualisasi struktur mata dengan USG mata.
  • Memonitor perkembangan janin pada ibu hamil.
  • Mengambil sampel jaringan tubuh melalui teknik biopsi.
  • Memperoleh pencitraan dari rahim dan ovarium.